Baca Amalan Ini Agar Dimudahkan Saat Melahirkan
Senin, 28 Januari 2019
Edit
Setiap pasangan suami & istri pasti menginginkan kehadiran butir hati, sehingga mereka rela melakukan apa pun supaya diberi momongan sempurna pada waktunya.
Usia Sembilan bulan kehamilan merupakan syarat menegangkan sekaligus menggembirakan, lantaran oleh mak akan melahirkan dan melihat butir hati hadir ke muka bumi.
Persalinan yg ditunggu-tunggu ini diharapkan berjalan lancar, sebagai akibatnya ibu & anak bisa selamat.
Imam Ibnul Qayyim dalam al-Thibb al-Nabawi menjelaskan amalan yg dilakukan Imam Ahmad bin Hanbal waktu didatangi seorang suami yg istrinya relatif sulit pada proses persalinan.

Imam Ahmad menuliskan tiga doa disebuah wadah yang higienis, dan beberapa doa tersebut diminum sang perempuan yang hendak melahirkan, lalu air doa itu dicipratkan ke perut wanita tadi. Berikut 3 doa yg ditulis dalam wadah mangkuk:
Pertama:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ: كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا ساعَةً مِنْ نَهارٍ بَلاغٌ ، كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَها لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحاها
Latin:
La ilaha illallah al-hakim al-karim, subhanallah rabbil ‘arsyil ‘azhim, alhamdulillahi rabbil ‘alamin, kaannahum yarauna ma yu‘adun, lam yalbatsu illa sa‘atan min nahar, balagh. Kaannahum yaraunaha lam yalbatsu illa ‘asyiyyatan au dhuhaha
Artinya:
“Tidak ada Tuhan selain Allah, Zat Yang Maha Bijaksana & Dermawan, maha suci Allah Tuhan Arasy yang akbar, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan pada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat dalam siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yg relatif, Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di global) melainkan (sementara waktu saja) pada waktu sore atau pagi hari.”
Kedua:
يَا خَالِقَ النَّفْسِ مِنَ النَّفْسِ، وَيَا مُخَلِّصَ النَّفْسِ مِنَ النَّفْسِ، وَيَا مُخْرِجَ النَّفْسِ مِنَ النَّفْسِ، خَلِّصْهَا.
Latin:
Ya khaliqan nafsi minan nafsi, waya mukhlishan nafsi minan nafsi, way a mukhrijan nafsi minan nafsi, khallisha.
Artinya:
“Wahai Zat yg membuahkan jiwa berdasarkan jiwa yang lain, yg menyelamatkan jiwa menurut jiwa yg lain, yang mengeluarkan jiwa dari jiwa yang lain. Selamatkanlah jabang bayi ini.”
Ketiga:
إِذَا السَّماءُ انْشَقَّتْ وَأَذِنَتْ لِرَبِّها وَحُقَّتْ، وَإِذَا الْأَرْضُ مُدَّتْ وَأَلْقَتْ ما فِيها وَتَخَلَّتْ
Artinya:
Idzas samaun syaqqat wa adzinat li rabbiha wa huqqat wa idzal ardhu muddat wa alqat ma fiha wa takhallat.
Artinya:
“Apabila langit terbelah, dan patuh pada Tuhannya, dan telah semestinya patuh, dan jika bumi diratakan, & memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan sebagai kosong”
Amalan ini boleh dilakukan eksklusif oleh suami, orangtua, ataupun mertua. Namun jika memungkinkan, suami yg melakukan ritual ini tentu lebih baik.
Selain itu, ikhtiar dengan tindakan medis sesuai saran dokter pula perlu dilakukan.
Sumber: bincangsyariah.Com