Kisah Wanita Yg Disiksa karena Baca (Bismillah) Wangi Jasad Wanita Ini Hingga Tercium di Langit
Kamis, 04 Juli 2019
Edit
Daiberdakwah.Blogspot.Com-Di zamannya, poly yang iri menggunakan pekerjaan wanita ini. Sebuah profesi sangat bergengsi, menjadi tukang sisir rambut putri raja. Penguasa yg kesombongannya masyhur pada seantero global raya. Sebab tidak selaras iman menggunakan majikannya, perempuan ini benar-benar bermain strategi supaya keimanannya nir diketahui.
Kisah Wanita Yg Disiksa karena Baca (Bismillah) Wangi Jasad Wanita Ini Hingga Tercium di Langit
Hingga suatu saat, Allah Ta’ala menakdirkan sisir yang sedang digunakan untuk merapikan rambut oleh putri raja terjatuh. Lantaran imannya yang kokoh, lisan perempuan ini langsung mengucap ‘Bismillah’ sambil merogoh sisir tadi.
Sang putri yg polos pun bertanya, “Apakah Allah (pada kalimat Bismillah) itu nama lain ayahku?”
“Bukan,” jawabnya sampaikan kabar, ia menentukan buat mendeklarasikan iman, “Allah itu nama Tuhanku, Tuhan ayahmu, & Tuhan semua makhluk di muka bumi ini?”
“Bukankah tiada dewa selain ayahku?” tukas si putri.
“Ayahmu bukan Tuhan, Nak. Tuhan kita Allah Ta’ala.”
Sang anak pun bergegas mendatangi ayahnya. Menyampaikan apa yg baru saja beliau dengar berdasarkan tukang sisirnya. Sang raja pun murka besar . Dia memerintahkan pasukannya untuk menyeret pembantunya, lalu bersiap menimpakan siksa yang amat pedih.
Sebelum disiksa, wanita ini ditawari kebebasan. Syaratnya, ia harus mengakui bahwa raja zalim itu adalah tuhannya. Akan namun, keimanan sang perempuan kokoh. Dia tak bergeming. Tauhid telah tertancap bertenaga pada hatinya. Meski siksa wajib dijalani.
Maka oleh putri pun membuat loka siksa menyerupai sapi menurut logam. Dimasukkan ke dalamnya minyak, lalu dipanasi sampai mendidih. Ke dalamnya, dimasukkan pula semua keluarga perempuan Mukminah ini, dimulai dari anak-anaknya.
Atas kekuasaan Allah Ta’ala, si anak yg baru berusia 2 tahun sanggup berbicara. Ia memberikan motivasi kepada ibunya dengan mengatakan, “Wahai Ibuku, tabahlah. Sesungguhnya siksa pada dunia ini lebih ringan daripada siksa pada akhirat.”
Sebagai epilog, perempuan ini dimasukkan ke dalam minyak yg mendidih. Semuanya syahid di jalan Allah Ta’ala pada mempertahankan imannya.
Berselang ribuan tahun kemudian, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diperjalankan ke langit. Isra’ Mi’raj. Saat Mi’raj itu, dia mencium aroma yg sangat wangi.
“Wahai Jibril,” tanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “di mana asal aroma wangi tadi?”
Imamnya para malaikat ini menjawab, “Wangi tersebut dari menurut wanita penyisir rambut putri Fir’aun.”
Wanita pada kisah ini merupakan Masyithah yang diridhai Allah Ta’ala.
Betapa agungnya perempuan Mukminah ini. Betapa keteguhan imannya menciptakan kita iri. Meski disiksa sampai syahid lantaran mengucap Bismillah (menggunakan menyebut nama Allah), aroma jasadnya mewangi sampai dicium oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada langit pada insiden Mi’raj.
Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]
sumber (kisahikmah.Com)
Kisah Wanita Yg Disiksa karena Baca (Bismillah) Wangi Jasad Wanita Ini Hingga Tercium di Langit
Hingga suatu saat, Allah Ta’ala menakdirkan sisir yang sedang digunakan untuk merapikan rambut oleh putri raja terjatuh. Lantaran imannya yang kokoh, lisan perempuan ini langsung mengucap ‘Bismillah’ sambil merogoh sisir tadi.
Sang putri yg polos pun bertanya, “Apakah Allah (pada kalimat Bismillah) itu nama lain ayahku?”
“Bukan,” jawabnya sampaikan kabar, ia menentukan buat mendeklarasikan iman, “Allah itu nama Tuhanku, Tuhan ayahmu, & Tuhan semua makhluk di muka bumi ini?”
“Bukankah tiada dewa selain ayahku?” tukas si putri.
“Ayahmu bukan Tuhan, Nak. Tuhan kita Allah Ta’ala.”
Sang anak pun bergegas mendatangi ayahnya. Menyampaikan apa yg baru saja beliau dengar berdasarkan tukang sisirnya. Sang raja pun murka besar . Dia memerintahkan pasukannya untuk menyeret pembantunya, lalu bersiap menimpakan siksa yang amat pedih.
Sebelum disiksa, wanita ini ditawari kebebasan. Syaratnya, ia harus mengakui bahwa raja zalim itu adalah tuhannya. Akan namun, keimanan sang perempuan kokoh. Dia tak bergeming. Tauhid telah tertancap bertenaga pada hatinya. Meski siksa wajib dijalani.
Maka oleh putri pun membuat loka siksa menyerupai sapi menurut logam. Dimasukkan ke dalamnya minyak, lalu dipanasi sampai mendidih. Ke dalamnya, dimasukkan pula semua keluarga perempuan Mukminah ini, dimulai dari anak-anaknya.
Atas kekuasaan Allah Ta’ala, si anak yg baru berusia 2 tahun sanggup berbicara. Ia memberikan motivasi kepada ibunya dengan mengatakan, “Wahai Ibuku, tabahlah. Sesungguhnya siksa pada dunia ini lebih ringan daripada siksa pada akhirat.”
Sebagai epilog, perempuan ini dimasukkan ke dalam minyak yg mendidih. Semuanya syahid di jalan Allah Ta’ala pada mempertahankan imannya.
Berselang ribuan tahun kemudian, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diperjalankan ke langit. Isra’ Mi’raj. Saat Mi’raj itu, dia mencium aroma yg sangat wangi.
“Wahai Jibril,” tanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “di mana asal aroma wangi tadi?”
Imamnya para malaikat ini menjawab, “Wangi tersebut dari menurut wanita penyisir rambut putri Fir’aun.”
Wanita pada kisah ini merupakan Masyithah yang diridhai Allah Ta’ala.
![]() |
| ilustrasi sumber : google.com |
Betapa agungnya perempuan Mukminah ini. Betapa keteguhan imannya menciptakan kita iri. Meski disiksa sampai syahid lantaran mengucap Bismillah (menggunakan menyebut nama Allah), aroma jasadnya mewangi sampai dicium oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada langit pada insiden Mi’raj.
Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]
sumber (kisahikmah.Com)
