Putra, Bocah Kelas tiga Sekolah Dasar Jualan Cilok: Jago Berhitung, Dapat Banyak Simpati, & Kakak Sudah Menikah
Sabtu, 16 Februari 2019
Edit
Putra, Bocah Kelas tiga Sekolah Dasar Jualan Cilok: Jago Berhitung, Dapat Banyak Simpati, & Kakak Sudah Menikah - Muhammad Saputra (12) benar-benar merupakan seseorang pekerja keras. Bagaimana tidak, pada usianya yg sangat belia, beliau harus kerja keras demi membutuhi kebutuhan hidupnya dan 2 orang adiknya.

Kini, lantaran ramai diberitakan, Muhammad Saputra menerima simpati menurut masyarakat. Berikut adalah rangkuman TribunJakarta:
1. Mendapat banyak simpati
Kisah Muhammad Saputra (12) yang berjualan cilok keliling hingga larut malam demi menghidupi dua adiknya, viral di media sosial.
Salah seseorang pembeli cilok Putra, memviralkan foto Putra yg sedang berdagang, lengkap menggunakan ceritanya, melalui media umum, mendapat banyak simpati rakyat.
Sejak kemarin, sudah ada beberapa orang yang mendatangi bangunan semi tetap pada bilangan pengepul rongsokan, tempat tinggal Putra.
"Sudah poly yang tiba mas," ujar Marwiti, tetangga Putra, Rabu (13/2/2019).
Saat TribunJakarta.Com berada pada tempat tinggal Putra untuk melihat kesehariannya.
Sepasang suami istri bersama anaknya yg berseragam TK, datang-datang tiba.
Suami Istri berpakaian necis itu pun bertemu Julaiha (17), kakaknya Putra, & Putra secara eksklusif.
Setelah beberapa mnt suami istri itu bergerak pergi meninggalkan perkampungan kumuh itu.
"Dari Jakarta Selatan mas. Iya aku memahami berdasarkan Instagram semalam, hari ini eksklusif ke sini," ujar Yosi, istri menurut pasangan itu.
Ia mengaku berempati karena syarat Putra yg yatim piatu dan harus banting tulang menghidupi 2 adiknya, Renaldi Setiawan (7) dan Arsyad Nurardiansyah yang masih berusia 10 bulan.
"Ya kasihan lah mas, beliau kan yatim piatu. Tradi ngasih bantuan," ungkapnya.
Muhammad Saputra di sekolahnya di SD Jurang Mangu Timur 01, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu (13/2/2019).
Muhammad Saputra di sekolahnya di Sekolah Dasar Jurang Mangu Timur 01, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu (13/dua/2019). (TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir)
2. Pandai berhitung
Muhammad Saputra (12) bocah yatim piatu yang viral lantaran berjualan cilok buat menghidupi dua adiknya itu, seringkali menerima bantuan berdasarkan masyarakat.
Muhammad Saputra, panggilan karibnya, masih duduk di bangku kelas III sekolah dasar. Ia sempat putus sekolah, dan kembali melanjutkan.
Hal itu menciptakan di usianya yg 12 tahun, Putra masih belum lancar membaca & menulis.
Hal itu disampaikan Diah Indah Puspita, Pengajar kelas III Sekolah Dasar Jurang Mangu Timur 01, ketika ditemui di sekolahnya.
"Putra masih belum lancar bacanya. Jadi bila pada kelas tuh dia senang telat nulis soalnya, bu belum selesai," ujar Diah menceritakan.
Diah mengungkapkan, Muhammad Saputra seringkali diberi pelajaran membaca dan menulis secara khusus, karena pada kelasnya beliau tertinggal salam hal itu.
Tetapi dalam hal berhitung, Muhammad Saputra sudah menguasainya. Diah memperkirakan, hal itu karena selain dia mendapat pelajaran berhitung pada sekolah, Putra jua mempraktikan eksklusif waktu berjualan cilok.
"Kalau berhitung beliau sanggup, pintar dia. Mungkin karena memang sudah biasa jualan pula ya," ujarnya.
Diah mengatakan, pihak sekolah memperbolehkan Muhammad Saputra berjualan sejak dua bulan lalu, asalkan saat jam masuk kelas, beliau tetap masuk.
"Tidak mengganggu jam belajarnya, kan beliau berjualan waktu jam istirahat saja," ujarnya.
Meskipun pada kelasnya, Putra paling tua, tetapi dia sanggup bergaul tanpa canggung dengan anak-anak lainnya.
Diah bahkan secara antusias menyebut anak didiknya sebagai anak yg baik dan tak jarang membantu temannya.
"Putra baik orangnya, supel, beliau pula enggak pelit, kalau ada apa-apa beliau ngasih ke temannya," ujar Diah.
Muhammad Saputra (12), bocah penjual cilok tulang punggung famili asal Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu (13/2/2019).
Muhammad Saputra (12), bocah penjual cilok tulang punggung famili dari Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu (13/2/2019). ()
tiga. Punya kakak yang sudan menikah
Bocah bernama Muhammad Saputra (12), siswa kelas III SD 01 Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), sekilas terlihat misalnya anak-anak dalam umumnya yang lincah dan murah senyum pada siapa saja.
Putra, Bocah Kelas tiga Sekolah Dasar Jualan Cilok: Jago Berhitung, Dapat Banyak Simpati, & Kakak Sudah Menikah

Kini, lantaran ramai diberitakan, Muhammad Saputra menerima simpati menurut masyarakat. Berikut adalah rangkuman TribunJakarta:
1. Mendapat banyak simpati
Kisah Muhammad Saputra (12) yang berjualan cilok keliling hingga larut malam demi menghidupi dua adiknya, viral di media sosial.
Salah seseorang pembeli cilok Putra, memviralkan foto Putra yg sedang berdagang, lengkap menggunakan ceritanya, melalui media umum, mendapat banyak simpati rakyat.
Sejak kemarin, sudah ada beberapa orang yang mendatangi bangunan semi tetap pada bilangan pengepul rongsokan, tempat tinggal Putra.
"Sudah poly yang tiba mas," ujar Marwiti, tetangga Putra, Rabu (13/2/2019).
Saat TribunJakarta.Com berada pada tempat tinggal Putra untuk melihat kesehariannya.
Sepasang suami istri bersama anaknya yg berseragam TK, datang-datang tiba.
Suami Istri berpakaian necis itu pun bertemu Julaiha (17), kakaknya Putra, & Putra secara eksklusif.
Setelah beberapa mnt suami istri itu bergerak pergi meninggalkan perkampungan kumuh itu.
"Dari Jakarta Selatan mas. Iya aku memahami berdasarkan Instagram semalam, hari ini eksklusif ke sini," ujar Yosi, istri menurut pasangan itu.
Ia mengaku berempati karena syarat Putra yg yatim piatu dan harus banting tulang menghidupi 2 adiknya, Renaldi Setiawan (7) dan Arsyad Nurardiansyah yang masih berusia 10 bulan.
"Ya kasihan lah mas, beliau kan yatim piatu. Tradi ngasih bantuan," ungkapnya.
Muhammad Saputra di sekolahnya di SD Jurang Mangu Timur 01, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu (13/2/2019).
Muhammad Saputra di sekolahnya di Sekolah Dasar Jurang Mangu Timur 01, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu (13/dua/2019). (TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir)
2. Pandai berhitung
Muhammad Saputra (12) bocah yatim piatu yang viral lantaran berjualan cilok buat menghidupi dua adiknya itu, seringkali menerima bantuan berdasarkan masyarakat.
Muhammad Saputra, panggilan karibnya, masih duduk di bangku kelas III sekolah dasar. Ia sempat putus sekolah, dan kembali melanjutkan.
Hal itu menciptakan di usianya yg 12 tahun, Putra masih belum lancar membaca & menulis.
Hal itu disampaikan Diah Indah Puspita, Pengajar kelas III Sekolah Dasar Jurang Mangu Timur 01, ketika ditemui di sekolahnya.
"Putra masih belum lancar bacanya. Jadi bila pada kelas tuh dia senang telat nulis soalnya, bu belum selesai," ujar Diah menceritakan.
Diah mengungkapkan, Muhammad Saputra seringkali diberi pelajaran membaca dan menulis secara khusus, karena pada kelasnya beliau tertinggal salam hal itu.
Tetapi dalam hal berhitung, Muhammad Saputra sudah menguasainya. Diah memperkirakan, hal itu karena selain dia mendapat pelajaran berhitung pada sekolah, Putra jua mempraktikan eksklusif waktu berjualan cilok.
"Kalau berhitung beliau sanggup, pintar dia. Mungkin karena memang sudah biasa jualan pula ya," ujarnya.
Diah mengatakan, pihak sekolah memperbolehkan Muhammad Saputra berjualan sejak dua bulan lalu, asalkan saat jam masuk kelas, beliau tetap masuk.
"Tidak mengganggu jam belajarnya, kan beliau berjualan waktu jam istirahat saja," ujarnya.
Meskipun pada kelasnya, Putra paling tua, tetapi dia sanggup bergaul tanpa canggung dengan anak-anak lainnya.
Diah bahkan secara antusias menyebut anak didiknya sebagai anak yg baik dan tak jarang membantu temannya.
"Putra baik orangnya, supel, beliau pula enggak pelit, kalau ada apa-apa beliau ngasih ke temannya," ujar Diah.
Muhammad Saputra (12), bocah penjual cilok tulang punggung famili asal Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu (13/2/2019).
Muhammad Saputra (12), bocah penjual cilok tulang punggung famili dari Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu (13/2/2019). ()
tiga. Punya kakak yang sudan menikah
Bocah bernama Muhammad Saputra (12), siswa kelas III SD 01 Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), sekilas terlihat misalnya anak-anak dalam umumnya yang lincah dan murah senyum pada siapa saja.
Putra, Bocah Kelas tiga Sekolah Dasar Jualan Cilok: Jago Berhitung, Dapat Banyak Simpati, & Kakak Sudah Menikah