Ustadz Abdul Somad Tuntun 2 Muallaf Bersyahadat Usai Tabligh Akbar di Markas Persib Stadion GBLA
Minggu, 27 Januari 2019
Edit
Ustadz Abdul Somad tuntun 2 muallaf bersyahadat usai Tabligh Akbar pada markas Persib Stadion GBLA.
Setelah membicarakan Tausiyah, Ustadz Abdul Somad menuntun dua muallaf bersyahadat di markas Persib Stadion GBLA, Sabtu (26/1/2019) malam.
Satu persatu muallaf yang akan bersyahadat dituntun Ustadz Abdul Somad. Ditanya nama & dipastikan tidak terdapat paksaan buat ber-Islam.
Usai menuntun muallaf bersyahadat, Ustadz Abdul Somad menyebutkan bahwa usai bersyahadat, maka wajib mendirikan salat, zakat dan haji.
“Maka dengan bersyahadat ini, wajiblah engkau saudaraku mendirikan salat, zakat, puasa dan haji. Dan seluruh yang terdapat pada hadapanmu ini adalah saudaramu dalam Laa ila ha illa Allah Muhammadur Rasulullah. Takbir,” istilah Ustadz Somad.
Ustadz Abdul Somad juga berpesan, sehabis bersyahadat segera daftar ke mualllaf centre. Jangan sekadar bersyahadat.
“Bimbing, daftarkan, ikutkan pengajian. Ajak jika lalai. Ingatkan kalau lupa. Jaga sampai kematian tiba. Maka ini yg akan menolong kita pada hadapan Allah SWT,” istilah Ustadz Abdul Somad.
Ustaz Abdul Somad menyampaikan tausyiah dalam Tabligh Akbar mengangkat tajuk ‘Cinta Islam, Cinta NKRI, Cinta Ukhuwah’, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung, Sabtu (26/01/2019) malam WIB.
Dalam tausyiahnya oleh Ustaz bercerita tentang kisah seseorang nenek di pedalaman Kalimantan Tengah (Kalteng). Bagian berdasarkan kisah tersebut pun melekat dalam tubuhnya dalam bentuk barang.
Ya, pada perjalanan dakwahnya di Bandung, Ustaz Abdul Somad mengenakan baju output tenunan seseorang nenek di pedalaman Kalimantan Tengah (Kalteng).
Mengenakan produk tersebut bukan tidak beralasan.
Itu setidaknya bukti sederhana sang Ustaz sangat menyayangi produk dalam negeri.
Bukan malah misalnya sebagian orang kaya yg kerap memamerkan baju atau barang glamor lain produk luar negeri yg harganya selangit.
Ustaz mengajak umat membeli & memanfaatkan produk dalam negeri.
“Model baju yang begini saja. Ada nenek-nenek tua menenun kain pada pedalaman Kalimantan Tengah. Dipinjamkan benang, dipinjamkan benang emas, dipinjamkan mesin jahit. Oleh rentenir, ditebar uang, dijerat mereka dengan riba, riba. Kita bantu produksi baju-baju mereka. Mana bajunya Pak Ustaz, inilah baju yg sedang digunakan Uztaz Somad dari Kalimantan Tengah,” kata Ustaz Abdul Somad.
Malam itu pula, Ustaz Abdul Somad menantang para umat buat cinta produk dalam negeri.
“Siap membeli produksi pada negeri? Siap membangkitkan ekonomi umat? Besok pagi cari nenek-nenek yg membuat tenunan, yang menjahit kain, yg menjahit topi, yg menjahit baju, beli,”
“Engkau kaya bukan menggunakan bajumu yg inpor buatan luar negeri. Betul? Pakailah produksi pada negeri. Begitulah engkau bangga, begitulah engkau menolong saudaramu. Ada orang kaya 20 juta sekali berdiri, Sepatu lima juta kulit buaya, celana dua juta, baju 5 juta. Lha, yg nanya ente siapa,” kata Abdul Somad, disambut tawa umat.

Belasan ribu hingga puluhan ribu umat memenuhi markas Persib Bandung tersebut.
Mereka sangat antusias mengikuti Tabligh Akbar yg mengangkat tema ‘Cinta Islam, Cinta NKRI, Cinta Ukhuwah’.
Dalam tausyiahnya Ustaz Abdul Somad menyerukan sebuah pertobatan & bagaimana cara hayati sehabis tobat.
Pertobatan yang dimaksudkan oleh penceramah adalah meninggalkan hal-hal negatif & memulai hayati baru dengan semangat berlipat.
“Jangan sampai sesudah tobat kemudian meninggalkan bisnisnya. Jangan! Bangkitkan semangat, terus. Yang usaha konveksi terus. Yang bisnis baju, jaket, topi terus,” seru Ustaz Abdul Somad.
Ustaz Abdul Somad juga mengajak umat buat mengasihi produk dalam negeri. Ia pun mencontohkan dirinya yg cinta & konsisten mengenakan produk pada negeri.
Ustaz bahkan hingga membuka sepatu yang dia kenakan. Mengangkatnya sampai sejajar dada buat menampakan goresan pena pada pada sepatunya.
“Engkau kaya bukan berdasarkan bajumu yg impor, tapi pakailah poduksi pada negeri. Cinta produk dalam negeri, itu Abdul Somad pandai ceramah saja, jangan-jangan yg beliau pakai buatan luar negeri. Oke, jikalau begitu kita buka kini ,” istilah Ustaz Abdul Somadsambil mengangkat sepatu sebelah kanan & membaca goresan pena di dalamya.
“Bunut, di mana Bunut itu Pak Ustaz, dekat Medan sana. Kenapa Ustaz nir gunakan Cibaduyut, telah poly yg mengiklankan,” istilah Ustaz Abdul Somad.
Bunut adalah satu wilayah di Kisaran Barat, Asahan, Medan Sumatera Utara (Sumut).
Menurut Ustaz Abdul Somad, menggunakan produk pada negeri dengan dan merta akan membangkitkan ekonomi umat.
Tabligh Akbar bertajuk ‘Cinta Islam, Cinta NKRI, Cinta Ukhuwah’ ini dihadiri sejumlah artis Ibu Kota.
Di antaranya Teuku Wisnu, Arie Untung, Dimas Seto, & masih poly lagi. Selain itu, Wali Kota Bandung Oded M Danial.