Daftar 6 Nama Bayi Perempuan Yang di Haramkan Islam, Ternyata No. 4 Banyak di Gunakan Tanpa Orang Sadari

Nama adalah doa yg mampu mempengaruhi
citra bagi sifat, gaya hayati dan pemikiran. Nama misalnya Rozana, Suzana atau yang memakai nama ‘zana’, bunyinya memang lezat   didengar dan disebutkan tapi maknanya ‘berzina’ atau pun nama ‘wati’ yg berarti ‘bersetubuh’. Jadi hindarilah memberi nama anak menggunakan nama-nama tadi.
Dalam Islam jua terdapat beberapa nama yg sebaiknya dihindari buat diberikan pada putera-puteri anda kerana maknanya yg tidak baik, jelek dan sanggup mendatangkan kasus pada kemudian hari.


Sumber: Google.Com
Kita tentu pernah mendengar ungkapan, "Apalah arti sebuah nama?" Bagi orang muslim nama sangatlah penting bagi diri seseorang lantaran nama merupakan doa yang bisa menghipnotis jalan hayati seseorang.
Berikut nama-nama yang acapkali dipakai yg ternyata merupakan nama-nama yang digunakan pada kalangan kaum Jin:

1. Zaqwan/Zaquan – anak jin
dua. Qistina/Kistina – penghulu jin
3. Balqis – ketua jin
4. Najwa – bisikan
lima. Haikal/Haiqal – tengkorak
6. Badrisha/Badlisha/Herisha
Bagi mereka yang memiliki nama-nama seperti di atas hendaknya diganti.
Namun apabila tidak memungkinkan karena telah tercatat di ijazah juga akta kelahiran dan berkas-berkas administrasi lain nir perlu buat ganti nama tetapi cukup dengan mengubah nama panggilan.

Sebagai contoh, jikalau nama Nur Najwa. Kalau selama ini nama panggilannya merupakan
Najwa, nama panggilannya relatif diganti sebagai Nur. Tetapi nama adalah doa, bisa terkabul maupun tidak. Sesungguhnya segala macam penyakit atau insiden-kejadian jelek yang menimpa, semuanya datang menurut Allah SWT. Bukan semata-mata dampak dari nama seorang, semuanya ketentuan-Nya.

Hanya menjadi peringatan bagi para orang tua agar saat memberi nama dalam putra-putrinya hendaknya menghndari penggunaan nama-nama yg bermakna tidak baik.
Ibn Umar mengatakan: “Anak perempuan   Umar dinamakan dengan nama ‘Asiah (wanita yg derhaka), lalu dinamakan oleh Rasulullah SAW dengan Jamilah (cantik).”  (riwayat Tirmidzi & Ibn Majah).

Disunatkan mengubah nama yg tidak baik atau yg tidak baik kerana Nabi SAW telah melakukannya kepada para sahabat baginda, pada mana Rasulullah SAW pernah menukar nama seseorang yang bernama Abdul Hajar (hamba batu) kepada Abdullah. Ada yg bernama ‘Asi (yg durhaka) kemudian ditukar menjadi Muti’ (yg taat).


Aishah r.A menyampaikan: “Rasulullah sudah menukar nama-nama yg buruk.” (riwayat Tirmidzi).”
Untuk para orang tua namailah anak-anak anda menggunakan nama yg baik. Jangan hanya memberi nama menggunakan nama yg enak didengar namun tidak baik maknanya. Lantaran di suatu hari nanti waktu seseorang mati global & ruhnya diangkat maka para malaikat akan mengungkapkan namanya.

Setiap melewati sekelompok Malaikat di langit, mereka bertanya, ‘Ruh siapakah yang membuatkan bau harum ini?’ Para Malaikat yang membawanya menjawab, “Ini adalah ruh fulan bin fulan’, seraya mereka menjelaskan nama-nama panggilannya yg terbaik yg biasa dipanggilkan kepadanya saat pada global

Sumber: Berbagai Sumber

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel