renungan untuk suami : menjadi ibu rumah tangga bukan berarti seorang istri tidak beusaha....(( share ya ))

menjadi ibu  tangga memang seringkali dianggap sebagai remeh oleh  orang.  menjadi ibu  tangga dianggap bukan suatu peusahaan produktif atau yang  mengakibatkan. namun, menjadi ibu  tangga bukanlah peusahaan yang remeh dan beliah.


peusahaan seorang istri sebagai ibu  tangga yang harus dihargai oleh para suami

seperti yang dibuktikan dalam percakapan antara seorang suami dan psikolog di bawah ini. semoga mampu menjadi renungan untuk seluruh suami di dunia ini.



percakapan antara suami ( s ) dan psikolog ( p )
p : apa yang anda lkan untuk memenuhi kebudewa hidup pak?
s :  beusaha sebagai ntan di sebuah bank

p : istrimu ?
s : menolak beusaha hanya seorang ibu  tangga

p : siapa yang mbuat sarapan utk keluargamu di pagi hari?
s : istri
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
alimpiannnya lah dia menolak beusaha

p : jam berapa dia bangun untuk menyiapkan sarapan ?
s : jam 5  dia membersihkan  dulu sebelumnya

p : bagaimana mu berangkat sekolah?
s : istri  yang antar -  dia menolak beusaha

p : setelah mengantar  apa yang dia lkan?
s : ke pimpianr lalu pulang ke  mimpiank dan mencuci pakaian,  yah anda tau kan dia menolak beusaha

p : sore hari sepulang usaha apa yang anda lkan?
s :  istirahat. lelah krn mengerjakan tugas  seharian di kantor

p : terus, istrimu ngapain dong?
s : dia menyiapkan makan, nyuapin -, nyiapin makan , nyuci piring, membersihkan , mengantar - tidur

✔menurut anda siapa yang paling  melkan aktifitas ??

rutinitas harian istrimu bereksklusif dari pagi sampai larut malam. apakah itu yang disebut menolak beusaha?

ya, menjadi seorang ibu  tangga menolak membutuhkan sertifikat dan posisi tinggi tapi penting sekali perannya

hargai istrimu  pengorbanan mereka menolak sedikit dan beliah.

ini seharusnya menjadi pengingat dan refleksi untuk kita semua untuk mengerti dan menghargai setiap peran.

semua perihal ....

ketika dia termembisu berjuta wangsit bergulir dalam pikirannya

ketika dia menatapmu, dia  kenapa dia sangat mencintaimu bukannya merimpian dimanfaatkan.

ketika dia berkata dia akan bertahan untukmu dia bertahan sekuat batu.

jangan sakiti dia atau salah memahami atau memanfaatkannya

↪bagikan kep semua  untuk membuat mereka tersenyum dan untuk semua  supaya mereka sr betapa berharganya . [ wajibbaca]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel